<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>UcasUcus.com</title>
	<atom:link href="http://ucasucus.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ucasucus.wordpress.com</link>
	<description>Just another Way of Live</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Jun 2009 09:41:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ucasucus.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>UcasUcus.com</title>
		<link>http://ucasucus.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ucasucus.wordpress.com/osd.xml" title="UcasUcus.com" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ucasucus.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Makna Doa Yang Selalu kita Ucapkan…</title>
		<link>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/22/makna-doa-yang-selalu-kita-ucapkan%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/22/makna-doa-yang-selalu-kita-ucapkan%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 09:41:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ucasucus</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekedar renungan]]></category>
		<category><![CDATA[akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[makna]]></category>
		<category><![CDATA[ucapkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ucasucus.wordpress.com/?p=392</guid>
		<description><![CDATA[Allah SWT sendiri mengajarkan doa kepada hamba-hamba-Nya pada QS Al Baqarah [2]:201 agar hamba-hamba-Nya selalu meminta kebaikan dunia dan akhirat. Kadang kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah yang Allah SWT maksudkan dengan kebaikan hidup di dunia dan akhirat itu? &#8230; <a href="http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/22/makna-doa-yang-selalu-kita-ucapkan%e2%80%a6/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=392&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allah SWT sendiri mengajarkan doa kepada hamba-hamba-Nya pada QS Al Baqarah [2]:201 agar hamba-hamba-Nya selalu meminta kebaikan dunia dan akhirat. Kadang kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah yang Allah SWT maksudkan dengan kebaikan hidup di dunia dan akhirat itu? Begitu banyak buku yang telah membahasnya, begitu banyak ceramah agama yang telah menuturkannya, bisa jadi dengan standar kita masing-masing, kita berusaha untuk meraihnya. Para ulama berpendapat bahwa kebaikan dunia dan akhirat itu adalah sebagai berikut:</p>
<p>KEBAIKAN DI DUNIA<br />
Ada lima yang mengiringi seorang hamba yang merupakan kebaikan baginya di dunia ini.</p>
<p>• Pribadi, Pasangan Hidup dan Keturunan yang Sholeh<br />
QS Al Hujaraat [49]:13, “…Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu…”</p>
<p>QS Al Furqan [25]:74, “Dan orang-orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan hidup dan keturunan kami sebagai penyejuk hati bagi kami dan jadikanlah kami tauladan bagi hamba-hamba Engkau yang bertaqwa”</p>
<p>• Tercukupi Kebutuhan Hidup<br />
Banyak ahli keuangan yang mengatakan kebutuhan berbeda dengan keinginan. Keinginan manusia itu banyak sedangkan kebutuhannya hanya sedikit.</p>
<p>Rasulullah bersabda, “Sungguh beruntung orang yang telah beriman dan rezekinya cukup. Allah memberi kepuasan kepadanya dari apa yang Allah karuniakan.” (HR Muslim)</p>
<p>•Kesehatan<br />
Tiada yang lebih baik pada sebuah kehidupan selain terhindar dari penyakit yang menyengsarakan. Rasulullah saw sepanjang hidupnya terhindar dari penyakit kecuali penyakit yang datang pada akhir ajalnya.</p>
<p>•Rasa Aman<br />
Manusia akan merasa tentram hidupnya dalam keadaan dan lingkungan yang aman.</p>
<p>•Bermanfaat bagi orang lain<br />
Rasulullah SAW bersabda, “Semulia-mulia kamu adalah orang yang memberi banyak manfaat bagi orang lain.” (HR Bukhari)</p>
<p>KEBAIKAN DI AKHIRAT<br />
Akhirat dalam pengertiannya adalah alam diluar dunia ini. Alam akhirat dimulai sejak seorang manusia menempuh sakratul maut.</p>
<p>•Mati dalam keadaan khusnul khatimah<br />
Ketika seorang mukmin dalam keadaan sakratul maut, malaikat pencabut nyawa akan menghiburnya dan berkata, “Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya” (QS Al Fajr [89]:27-28).</p>
<p>Hal ini sangat berbeda ketika seorang pendosa yang akan dicabut nyawanya yang Allah SWT gambarkan dalam QS Al An’aam [6]:93, “…Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang dzalim (melampaui batas) itu dalam tekanan sakratul maut, sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya muka dan belakang mereka sambil berkata: ‘Keluarkan nyawamu’. Hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan perkataan yang tidak benar dan kamu selalu menyombongkan diri dari apa yang Allah perintahkan kepadamu.”</p>
<p>•Tempat yang baik di Alam Barzakh<br />
Alam barzakh atau alam kubur adalah kediaman sementara untuk menunggu kiamat terjadi. Allah SWT berfirman di QS Al Fajr [89]:29, “Masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku.”</p>
<p>Allah SWT juga mengilustrasikan azab kubur bagi seorang hamba-Nya yang dzalim yaitu Firaun pada QS Al Mu’min [40]:46, “Kepada mereka (Firaun dan pengikutnya) ditampakkan neraka pada pagi dan petang…”</p>
<p>•Pada saat kiamat tidak merasakan huru-hara<br />
Allah SWT berfirman pada QS Al Anbiyaa’ [21]:103, “Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Para malaikat) berkata, “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.”</p>
<p>•Pada saat berbangkit ditempatkan Allah pada tempat yang baik<br />
Salah satu keutaman Rasulullah adalah ketika di padang mahsyar, Rasulullah diberi oleh Allah suatu telaga (sungai) yang bernama Al Kautsar yang Rasulullah sendiri adalah penjaganya. Hal ini dijelaskan dalam tafsir Ibnu Katsir. Allah berfirman di QS Al Kautsar [108]: 1-3, “Bukankah Kami telah memberimu telaga Al Kautsar. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkorbanlah (berjihadlah). Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari memperoleh kenikmatan telaga Al Kautsar)”</p>
<p>Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya aku menunggu (kedatangan) kamu sekalian di telaga. Barangsiapa melewati, dia pasti minum. Dan barangsiapa minum, maka dia tidak akan dehaga selamanya. Sesungguhnya ada beberapa umatku yang tertolak (dari telaga itu). Aku kenal mereka dan merekapun kenal aku. Aku katakan kepada malaikat, “Mereka dari golonganku.” Malaikat berkata, “Sesungguhnya engkau tidak tahu bid’ah-bid’ah (kebohongan dalam beribadah) apa saja yang mereka lakukan sepeninggalmu ya Rasulullah.” Kemudian terhalanglah antara aku dengan mereka.” (HR Bukhari)</p>
<p>•Mendapatkan Surga<br />
Inilah puncak dari segala kebaikan itu. Nikmat yang kekal lagi sempurna. “…Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS Al Hajj [22]:47)</p>
<p>Sumber : <a href="//edakwahkita.blogspot.com"><em>http://edakwahkita.blogspot.com</em></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ucasucus.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ucasucus.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ucasucus.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ucasucus.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ucasucus.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ucasucus.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ucasucus.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ucasucus.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ucasucus.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ucasucus.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ucasucus.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ucasucus.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ucasucus.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ucasucus.wordpress.com/392/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=392&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/22/makna-doa-yang-selalu-kita-ucapkan%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba89053994d84d885736137dd46b8dbb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ucasucus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saudaraku &#8230; Seharusnya Sabar Itu Di Awal Musibah</title>
		<link>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/22/saudaraku-seharusnya-sabar-itu-di-awal-musibah/</link>
		<comments>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/22/saudaraku-seharusnya-sabar-itu-di-awal-musibah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 09:15:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ucasucus</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekedar renungan]]></category>
		<category><![CDATA[awal]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ucasucus.wordpress.com/?p=390</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu &#8216;ala Rosulillah wa &#8216;ala alihi wa shohbihi ajma&#8217;in. Perlu diketahui, bahwa sabar yang menjadikan seseorang mendapatkan ganjaran pahala adalah sabar ketika di awal musibah dan inilah yang dinamakan sabar sebenarnya. Adapun sabar sesudahnya adalah cuma &#8230; <a href="http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/22/saudaraku-seharusnya-sabar-itu-di-awal-musibah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=390&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu &#8216;ala Rosulillah wa &#8216;ala alihi wa shohbihi ajma&#8217;in.</p>
<p>Perlu diketahui, bahwa sabar yang menjadikan seseorang mendapatkan ganjaran pahala adalah sabar ketika di awal musibah dan inilah yang dinamakan sabar sebenarnya. Adapun sabar sesudahnya adalah cuma sekedar hiburan. Adapun jika seseorang menghadapi musibah, langsung dengan amarah dan tidak ridho pada takdir Allah, namun setelah itu dia menahan diri dan bersabar karena mungkin mendapatkan nasehat atau yang lainnya. Maka ini bukanlah sabar yang hakiki.</p>
<p>Dari Anas bin Malik beliau berkata,</p>
<p>مَرَّ النَّبِىُّ &#8211; صلى الله عليه وسلم &#8211; بِامْرَأَةٍ تَبْكِى عِنْدَ قَبْرٍ فَقَالَ « اتَّقِى اللَّهَ وَاصْبِرِى » . قَالَتْ إِلَيْكَ عَنِّى ، فَإِنَّكَ لَمْ تُصَبْ بِمُصِيبَتِى ، وَلَمْ تَعْرِفْهُ . فَقِيلَ لَهَا إِنَّهُ النَّبِىُّ &#8211; صلى الله عليه وسلم &#8211; . فَأَتَتْ بَابَ النَّبِىِّ &#8211; صلى الله عليه وسلم &#8211; فَلَمْ تَجِدْ عِنْدَهُ بَوَّابِينَ فَقَالَتْ لَمْ أَعْرِفْكَ . فَقَالَ « إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى »</p>
<p>”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Bertakwalah pada Allah dan bersabarlah.” Kemudian wanita itu berkata,”Menjauhlah dariku. Sesungguhnya engkau belum pernah merasakan musibahku dan belum mengetahuinya.”<br />
Kemudian ada yang mengatakan pada wanita itu bahwa orang yang berkata tadi adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita tersebut mendatangi pintu (rumah) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian dia tidak mendapati seorang yang menghalangi dia masuk pada rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita ini berkata,”Aku belum mengenalmu.”<br />
Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,<br />
”Sesungguhnya namanya sabar adalah ketika di awal musibah.” (HR. Bukhari, no. 1283)</p>
<p>Semoga Allah memberikan kita taufik dan hidayah untuk selalu ridho dengan takdir Allah yang kita rasa itu pahit. Semoga Allah juga selalu memberikan kita kemudahan untuk bersabar di awal-awal musibah, walaupun itu mungkin terasa berat. Tetapi jika seseorang memiliki keyakinan yang mantap pada Allah dan meyakini ada hikmah yang besar di balik setiap musibah, tentu dia akan memilih untuk bersabar.</p>
<p>Amin Yaa Mujibas Saa&#8217;ilin.</p>
<p>Alhamdulillahilladzi bi ni&#8217;matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu &#8216;ala nabiyyina Muhammad wa &#8216;ala alihi wa shohbihi wa sallam.</p>
<p>Sumber : <em><a href="http://rumaysho.wordpress.com">http://rumaysho.wordpress.com </a></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ucasucus.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ucasucus.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ucasucus.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ucasucus.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ucasucus.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ucasucus.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ucasucus.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ucasucus.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ucasucus.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ucasucus.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ucasucus.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ucasucus.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ucasucus.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ucasucus.wordpress.com/390/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=390&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/22/saudaraku-seharusnya-sabar-itu-di-awal-musibah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba89053994d84d885736137dd46b8dbb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ucasucus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Sukses Menjadi Muslim Pengusaha</title>
		<link>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/14/kiat-sukses-menjadi-muslim-pengusaha/</link>
		<comments>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/14/kiat-sukses-menjadi-muslim-pengusaha/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 05:25:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ucasucus</dc:creator>
				<category><![CDATA[bussiness link]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[republika]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ucasucus.wordpress.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[  Koran Republika, 24 Mei 2009 &#8211; Pengusaha yang sukses tidak hanya sekedar kaya secara materi. “Pengusaha yang sukses adalah pengusaha yang sukses dunia maupun akhirat. Itulah para Muslim Pengusaha, “ tutur Winarto AR pada workshop bertajuk “ How to &#8230; <a href="http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/14/kiat-sukses-menjadi-muslim-pengusaha/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=386&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span> </span></div>
<div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3241217&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=90285887110&amp;aid=-1&amp;oid=90285887110&amp;id=106963530559"></a></div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3241217&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=90285887110&amp;aid=-1&amp;oid=90285887110&amp;id=106963530559"></a><img class="alignleft size-full wp-image-387" title="Seminar Pengusaha Muslim" src="http://ucasucus.files.wordpress.com/2009/06/a106963530559_3241217_1621355.jpg?w=500" alt="Seminar Pengusaha Muslim"   />Koran Republika, 24 Mei 2009 &#8211; Pengusaha yang sukses tidak hanya sekedar kaya secara materi. “Pengusaha yang sukses adalah pengusaha yang sukses dunia maupun akhirat. Itulah para Muslim Pengusaha, “ tutur Winarto AR pada workshop bertajuk “ How to Start a Business” yang digelar komunitas pengusahamuslim.com di Jakarta, akhir pekan lalu.</p>
<p>Menurut Winarto, seorang Muslim yang ingin sukses menjadi pengusaha harus memenuhi dua kriteria. Selain harus profesional papar dia, seorang Muslim pengusaha pun harus memiliki basis syariah. “Yakni, menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam bisnisnya,” ungkap pengusaha dan konsultan properti ini.</p>
<p>Berbekal kedua kriteria itu, lanjut Winarto, bisnis pun akan berkah, mudah, dan lancar. Ia menambahkan, Muslim pengusaha yang baik selalu berhati-hati dalam menjalankan roda bisnisnya sehingga tidak tergelincir pada hal-hal yang dilarang atau dimurkai Allah SWT&#8221;. Pengusaha yang telah berbisnis selama puluhan tahun itu menegaskan, seoarang Muslim pengusaha tak boleh mengurangi takaran atau timbangan dan juga dilarang menyuap. Anda tentu bertanya langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan oleh seorang Muslim agar menjadi pengusaha sukses?</p>
<p>Pendiri dan Chairman PT Zahir Internasioanl Fadil Fuad Basymeleh, mengungkapan, setidaknya ada 10 langkah untuk menjadi Muslim Pengusaha yang berhasil, Pertama, harus ada motivasi yang kuat untuk menjadi orang yang sukses, ”tulislah 50 mimpi Anda yang hebat-hebat. Tempel daftar tersebut di dinding sehingga anda bisa membacanya setiap hari, terutama di saat semangat Anda menurun.”</p>
<p>Kedua, perkuat tawakal kepada Allah. Fadil pun mengutip Alquran surat Ali Imran ayat 159, yang artinya,” Apabila kamu sudah berazam, maka bertawakallah kepada Allah.” Menurut dia, dengan bertawakal, seorang Muslim akan menitipkan masa depan diri, keluarga, maupun usaha kita kepada Allah sambil berikhtiar.</p>
<p>Peraih penghargaan wirausahawan terbaik dan APICTA Award untuk produk Zahir Accounting itu menambahkan, kunci sukses yang ketiga, yakni jangan memaksakan diri untuk berbisnis sesuai dengan gambaran ideal yang anda miliki.</p>
<p>“Mulailah dengan peluang dan kesempatan yang ada di tangan Anda. Percayalah kepada takdir dan rezeki Allah.”</p>
<p>Keempat, pilihlah bisnis yang dapat anda kuasai dengan cepat. “Intinya, manfaatkan tangible dan intangible assets yang and miliki, tuturnya. Langkah kelima adalah menentukan diferensiasi produk yang Anda hasilkan, sehingga berbeda dengan produk-produk lain yang sudah lebih dulu ada.</p>
<p>Langkah keenam, kata Fadil, pilihlah fokus bisnis dan bekerjalah secara fokus. ”Kalau fokus, kita akan lebih kuat dan kreatif”, tuturnya. Langkah ketujuh, mencakup dua hal. Yakni, carilah teman bisnis atau bermitralah. “Rosulullah menegaskan bahwa bila dua orang berserikat, maka Allah menjadi pihak yang ketiga, selama kedua orang atau salah satu orang tersebut tidak khianat. Usaha yang didalamnya Allah ikut serta sudah pasti berkah dan sukses.”</p>
<p>Selain itu, jangan takut menggaji pegawai. “Jangan khawatir soal gaji karyawan. Sebab, yang menanggung rezeki karyawan kita itu adalah Allah SWT, bukan kita. Dalam Alquran Surah Az-Zukhruf ayat 32, Allah SWT menegaskan, akan menjamin rezeki makhluk-makhluk-Nya, termasuk karyawan kita.”</p>
<p>Langkah kedelapan, hal yang tidak kalah pentingnya adalah perkuat kesabaran.”Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.” Kada Fadil. Langkah kesembilan, hindari perbuatan dosa dan maksiat. Sebab, hal tersebut akan membuat hidup sempit dan tidak berkah.</p>
<p>Langkah kesepuluh, pelajarilah kunci-kunci pembuka rezeki.”Kalau semua langkah ini diterapkan Insya Allah kita akan menjadi pengusaha yang sukses dunia dan akhirat”, pungkasnya.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.facebook.com/home.php?ref=home#/pages/Komunitas-Pengusaha-Muslim-Indonesia/106963530559">http://www.facebook.com/home.php?ref=home#/pages/Komunitas-Pengusaha-Muslim-Indonesia/106963530559</a></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ucasucus.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ucasucus.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ucasucus.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ucasucus.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ucasucus.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ucasucus.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ucasucus.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ucasucus.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ucasucus.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ucasucus.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ucasucus.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ucasucus.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ucasucus.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ucasucus.wordpress.com/386/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=386&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/14/kiat-sukses-menjadi-muslim-pengusaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba89053994d84d885736137dd46b8dbb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ucasucus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ucasucus.files.wordpress.com/2009/06/a106963530559_3241217_1621355.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Seminar Pengusaha Muslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hamba yang Berada di Tepi</title>
		<link>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/14/hamba-yang-berada-di-tepi/</link>
		<comments>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/14/hamba-yang-berada-di-tepi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 05:06:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ucasucus</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekedar renungan]]></category>
		<category><![CDATA[air mata]]></category>
		<category><![CDATA[bekas beribadah]]></category>
		<category><![CDATA[bekas luka]]></category>
		<category><![CDATA[beriman]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[hamba]]></category>
		<category><![CDATA[kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[munajat]]></category>
		<category><![CDATA[pertolongan]]></category>
		<category><![CDATA[tepi]]></category>
		<category><![CDATA[tetes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ucasucus.wordpress.com/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[Seorang hamba itu baru selesai dalam munajatnya kepada Allah. Seorang temannya menghampiri. Teman lamanya yang sudah lama tidak bertemu. Temannya itu berkeluh kesah kepadanya tentang apa yang menimpanya hari-hari terakhir ini. Usahanya yang redup, rumah tangganya yang goncang dan hal-hal &#8230; <a href="http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/14/hamba-yang-berada-di-tepi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=383&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang hamba itu baru selesai dalam munajatnya kepada Allah. Seorang temannya menghampiri. Teman lamanya yang sudah lama tidak bertemu. Temannya itu berkeluh kesah kepadanya tentang apa yang menimpanya hari-hari terakhir ini. Usahanya yang redup, rumah tangganya yang goncang dan hal-hal lain yang membuatnya hanya bisa menghela nafas. Ia berkata, “Beratus kali doa telah kupanjatkan, tapi rasanya Allah enggan untuk mengabulkannya.” Sering terdengar dari lisannya hal-hal yang ia sesali, “Coba kalau dahulu aku tidak melakukan hal itu pasti nasibku tidak akan seperti ini.”</p>
<p>Hamba itu tersenyum, ia ingat sebuah ayat dari kitab yang mulia, “Dan diantara manusia ada yang menyembah Allah dengan berada ditepi; maka jika ia memperoleh kebaikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia tertimpa oleh suatu bencana berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS Al Hajj [22]:11)</p>
<p>Dalam suatu nasihat kepada para sahabatnya, Rasulullah saw bersabda, “ Orang beriman yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada orang beriman yang lemah. Bersemangatlah untuk mengerjakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirimu, serta mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah lemah! Kalau engkau tertimpa sesuatu maka janganlah mengucapkan: ‘Seandainya aku berbuat begini tentu akan terjadi begini dan begitu.’ Tapi katakanlah, ‘Apa yang ditentukan Allah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan terjadi.’ Karena kata ‘seandainya’ itu akan memberi jalan pada syaitan untuk menguasai.” (HR Muslim)</p>
<p>Temannya itu kembali bertanya kepadanya, “Apakah dahi yang menghitam karena beribadah kepada Allah, akan dapat menyelesaikan segala permasalahan hidup?” Sambil tertawa temannya itu menunjuk kepadanya. Hamba itu hanya tersenyum. Ia sadar, segala ujian hidup yang datang bisa jadi tidak akan pernah selesai seperti apa yang ia inginkan dan harapkan. Tapi Allah Maha Menyelesaikan dan Maha Berkehendak. Tidak pernah ia berburuk sangka terhadap apa yang Allah SWT tetapkan untuknya. Itulah penyelesaian dari segala permasalahan hidup.</p>
<p>Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada sesuatu pun yang lebih dicintai Allah daripada dua tetes dan dua bekas, yaitu ‘tetesan’ air mata karena rindu kepada Allah dan ‘tetesan’ darah yang mengalir karena berjuang dijalan Allah. Adapun dua bekas itu adalah ‘bekas’ luka ketika berjuang dijalan Allah dan ‘bekas’ yang disebabkan oleh menjalankan ibadah kepada Allah SWT. (HR At Tirmidzi)</p>
<p>Sumber : <a href="http://edakwahkita.blogspot.com/">http://edakwahkita.blogspot.com/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ucasucus.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ucasucus.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ucasucus.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ucasucus.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ucasucus.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ucasucus.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ucasucus.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ucasucus.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ucasucus.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ucasucus.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ucasucus.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ucasucus.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ucasucus.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ucasucus.wordpress.com/383/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=383&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/14/hamba-yang-berada-di-tepi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba89053994d84d885736137dd46b8dbb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ucasucus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Aturan Untuk Keberhasilan Usaha Kecil</title>
		<link>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/10/10-aturan-untuk-keberhasilan-usaha-kecil/</link>
		<comments>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/10/10-aturan-untuk-keberhasilan-usaha-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 03:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ucasucus</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekedar renungan]]></category>
		<category><![CDATA[aturan]]></category>
		<category><![CDATA[keberhasilan]]></category>
		<category><![CDATA[kecil]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ucasucus.wordpress.com/?p=380</guid>
		<description><![CDATA[  1. Target. Anda bukan segala-galanya bagi semua orang lain. Putuskan ceruk anda &#8211; persempit fokus anda dan perluas daya tarik anda. 2. Berani beda Jika kompetitor anda melakukannya, anda jangan mengikutinya. Jadilah yang menonjol di market yang dibanjiri dengan &#8230; <a href="http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/10/10-aturan-untuk-keberhasilan-usaha-kecil/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=380&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span> </span></div>
<div><strong>1. Target.</strong><br />
Anda bukan segala-galanya bagi semua orang lain. Putuskan ceruk anda &#8211; persempit fokus anda dan perluas daya tarik anda.</p>
<p><strong>2. Berani beda<br />
</strong>Jika kompetitor anda melakukannya, anda jangan mengikutinya. Jadilah yang menonjol di market yang dibanjiri dengan iklan dan produk yang sesuai.</p>
<p><strong>3. Membangun Tim</strong><br />
Jangan menyewa karyawan untuk mengisi posisi. Pekerjakan seseorang sebagai bagian dari tim dalam membangun bisnis anda.</p>
<p><strong>4.Bertindak dengan cepat<br />
</strong>Waktu adalah komoditas yang paling berharga. Jika pengiriman diperkirakan hari Jumat, kirimkan Kamis siang. Jangan menunda menjawab telpon dan email.</p>
<p>5. <strong>Ucapkan Terima Kasih</strong><br />
Katakan pada pelanggan dan karyawan anda bahwa anda sangat menghargai mereka. Lebih baik dilakukan dengan cara konvensional: ambil pena dan tuliskan sebuah catatan untuk mereka.</p>
<p><strong>6. Konsisten</strong><br />
Pastikan bisnis anda memiliki tampilan dan rasa yang konsisten. Setiap orang dalam organisasi harus selalu memperlakukan pelanggan dengan sama.</p>
<p><strong>7. Tersenyum</strong><br />
Buang jauh-jauh berbagai alasan dalam pikiran anda, apa yang dibeli orang dari anda, apakah harga, mutu produk, atau jaminan yang diberikan?. Mereka membelinya karena menyukai anda.</p>
<p><strong>8. Optimis</strong><br />
Perilaku akan selalu menang di bagian akhir dan mempengaruhi orang sekeliling anda.</p>
<p><strong>9. Soft Sell</strong><br />
Jangan pernah melakukan hard sell. Pecahkan masalah. Berikan kepuasan. Lakukan yang terbaik untuk pelanggan anda.</p>
<p><strong>10. Tinggalkan zona nyaman anda</strong><br />
Jangan pernah menerima gagasan atau teknologi baru tidak sesuai dengan anda.</p>
<p>Sumber Brian Grinonneau<br />
Diterjemahkan oleh: Iin (tim pengusahamuslim.com)</p></div>
<div>
<div>Sumber : <a href="http://www.pengusahamuslim.com">http://www.pengusahamuslim.com</a></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ucasucus.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ucasucus.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ucasucus.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ucasucus.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ucasucus.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ucasucus.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ucasucus.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ucasucus.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ucasucus.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ucasucus.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ucasucus.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ucasucus.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ucasucus.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ucasucus.wordpress.com/380/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=380&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/10/10-aturan-untuk-keberhasilan-usaha-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba89053994d84d885736137dd46b8dbb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ucasucus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Rahasia Pengusaha Sukses</title>
		<link>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/10/10-rahasia-pengusaha-sukses/</link>
		<comments>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/10/10-rahasia-pengusaha-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 03:51:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ucasucus</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekedar renungan]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ucasucus.wordpress.com/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[Menjalankan sebuah usaha pribadi adalah cara yang kreatif, fleksibel dan menantang untuk menjadi bos bagi diri sendiri dan memetakan masa depan anda. Ini adalah menciptakan sebuah kehidupan. Dari tempat yang nyaman di sebuah perusahaan dimana gaji secara teratur diterima, anda &#8230; <a href="http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/10/10-rahasia-pengusaha-sukses/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=378&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Menjalankan sebuah usaha pribadi adalah cara yang kreatif, fleksibel dan menantang untuk menjadi bos bagi diri sendiri dan memetakan masa depan anda. Ini adalah menciptakan sebuah kehidupan. Dari tempat yang nyaman di sebuah perusahaan dimana gaji secara teratur diterima, anda akan memasuki teritori bisnis yang penuh dengan ketidakpastian.</p>
<p>Adakah cara untuk menentukan apakah anda dapat menjadi pengusaha berhasil, atau lebih baik bekerja untuk orang lain?. Tidak ada formula untuk sukses. Namun, kebanyakan pengusaha sukses membagi 10 karakter ini. Cek jika anda memiliki salah satunya:</p>
<p><strong>1. Berpikir sukses</strong><br />
Untuk mendapatkan kesuksesan yang diinginkan, anda perlu bermimpi besar. Setiap kesuksessan dimulai dengan impian besar. Anda perlu memiliki impian besar bagi diri anda- anda ingin menjadi kaya, terkenal atau berkecukupan. Namun mimpi saja tidak cukup. Anda harus aktif memvisualkan sukses dalam pikiran anda sehingga dapat anda rasakan. Bagaimana rasanya melipatgandakan income anda? bagaimana hidup akan berubah?</p>
<p>Pengusaha sukses memiliki sikap keterbukaan dan keyakinan yang dapat anda miliki. Para pakar manajemen telah mengajarkan pada kita kekuatan visualisasi- dengan melihat diri kita didalam pikiran untuk mencapai impian-impian kita. Jika anda ingin menjadi penulis sukses, gambarkan diri anda menandatangani buku di kerumunan orang yang antri minta tanda tangan anda. Dan proses ini harus diingimbangi dengan tindakan yang konstan! Anda harus berfikir jika anda dapat meraih sukses di setiap menit</p>
<p><strong>2. Memiliki hasrat pada apa yang kerjakan</strong><br />
Anda memulai bisnis untuk merubah sebagian atau seluruh hidup anda. Untuk melakukan perubahan ini, anda perlu mengembangkan atau membuka hasrat personal anda terhadap perubahan baru. Keberhasilan akan datang jika anda mencintai apa yang anda kerjakan. Mengapa? Karena kita akan lebih bersemangat mengejar tujuan terhadap apa yang kita cintai. Jika anda membenci pekerjaan anda sekarang, apakah anda akan berhasil? Tidak sama sekali! Meskipun anda menjadi kompeten melakukan tugas tersebut, namun anda tidak akan pernah meraih keberhasilan yang besar. Anda akan mencapai performa puncak dan melakukan sesuatu untuk meraih sukses jika anda melakukan sesuatu yang menjadi minat anda. Pengusaha sukses tidak peduli jika mereka menghabiskan 15 atau 18 jam sehari untuk mengurus bisnisnya karena mereka memang mencintai apa yang mereka kerjakan. Keberhasilan dalam bisnis adalah masalah kesabaran dan kerja keras, yang hanya didapatkan jika anda memiliki hasrat terhadap tugas dan kegiatan yang anda kerjakan.</p>
<p><strong>3. Fokus pada kelebihan anda<br />
</strong>Hadapi kenyataan ini; anda tidak dapat menjadi apapun bagi semua orang. Kita memiliki kelebihan dan kekurangan. Agar efektif, anda harus mengenali kelebihan dan berkonsentrasi pada hal tersebut. Anda akan menjadi semakin sukses jika mampu menggabungkan dengan upaya anda di area yang anda kuasai dengan baik. Misalnya, dalam bisnis, anda memiliki insting marketing yang bagus, kemudian pertajam kelebihan ini dan gunakan dengan maksimal. Mintalah bantuan di area yang tidak anda kuasai, misalnya akuntansi atau pembukuan. Untuk merubah kelemahan menjadi kekuarangan, pertimbangkan untuk mengikuti training formal.</p>
<p><strong>4. Pantang memikirkan kemungkinan gagal<br />
</strong>Ayn Rand, di dalam novelnya The Fountainhead, menulis, &#8220;Bukan sikap manusia- atau makhluk hidup, untuk memulai dengan menyerah.&#8221; Sebagai seorang pengusaha, anda harus sepenuhnya percaya dengan sasaran dan apa yang anda lakukan. Pikirkan apa yang anda kerjakan akan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan diri anda sendiri. Anda harus memiliki keyakinan yang kuat atas ide, kemampuan dan diri anda sendiri. Anda harus yakin dibalik bayangan keraguan, anda memiliki kemampuan untuk mengenali dan mengatasinya. Semakin anda mengembangkan keyakinan untuk mencapai sasaran, semakin cepat anda mendapatkannya. Namun, keyakinan anda harus diimbangi dengan perhitungan resiko. Pengusaha sukses adalah mereka yang menganalisa dan meminimalkan resiko untuk mendapatkan profit. Seperti yang sering mereka katakan, &#8220;tanpa keberanian, tidak ada kemenangan.&#8221;</p>
<p><strong>5. Rencanakan dengan baik<br />
</strong>Anda memiliki visi, dan yakin dapat mencapai visi anda. Tapi, tahukan anda bagaimana mencapai visi anda? Untuk mencapainya, anda harus memiliki tujuan konkrit sebagai batu loncatan untuk visi anda. Tulislah sasaran anda: jangan melakukannya hanya untuk berfantasi. Anda harus merencanakan tindakan anda agar memberikan kontribusi untuk meraih visi. Kemampuan anda untuk menetapkan sasaran dan membuat perencanaan adalah keterampilan yang diperlukan untuk sukses.</p>
<p><strong>6. Kerja Keras!<br />
</strong>Setiap pengusaha sukses bekerja keras. Tidak ada orang sukses hanya dengan berpangku tangan. Seperti yang dikatakan Brian Tracy , &#8220;Anda bekerja selama 8 jam sehari untuk bertahan hidup; semua hal setelah 8 jam sehari adalah untuk kesuksesan.&#8221; Tanyakan pada pengusaha sukses dan mereka akan mengatakan pada anda bahwa mereka harus bekerja lebih dari 60 jam dalam seminggu di awal bisnis mereka. Bersiaplah mengucapkan selamat tinggal pada acara nongkrong bersama setelah jam kerja, atau berjalan-jalan diakhir pekan. Jika anda berada di tahap awal, anda harus bernafas, makan dan minum dengan bisnis anda sampai bisnis anda dapat berjalan. Kerja keras akan mudah jika anda memiliki visi, sasaran yang jelas, dan hasrat pada apa yang anda kerjakan.</p>
<p><strong>7. Terus-menerus memperluas jaringan<br />
</strong>Di dalam bisnis, anda dinilai oleh perusahaan yang anda jalankan &#8211; dari tim manajemen, dewan direksi, dan rekan stratejik. Bisnis selalu memerlukan bantuan, terlebih usaha kecil. Penting untuk membentuk aliansi dengan orang-orang yang dapat membantu anda, dan yang dapat anda bantu. Agar berhasil dalam bisnis, anda harus memiliki ketrampilan networking yang bagus dan selalu jeli melihat peluang yang ditawarkan kontak anda.</p>
<p><strong>8. Kemauan untuk Belajar<br />
</strong>Anda tidak harus bergelar MBA atau PhD untuk berhasil dalam bisnis. Kenyataannya, banyak pengusaha yang tidak menyelesaikan pendidikan menengah mereka. Studi menunjukkan kebanyakan millioner memiliki intelegensi rata-rata. Namun, mereka meraih potensi secara penuh untuk mencapai tujuan finansial dan bisnis, karena mereka mau belajar. Untuk berhasil, anda harus mau bertanya, ingin tau, tertarik dan membuka pada pengetahuan baru. Kemauan untuk belajar menjadi hal yang penting seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan menjalankan bisnis.</p>
<p><strong>9. Memiliki keteguhan dan keyakinan<br />
</strong>Tidak seorangpun yang mengatakan jalan menuju sukses itu mudah. Disamping intensitas dan kerja keras, terkadang anda mengalami kegagalan. Beberapa pengusaha sukses mengalami kemunduran dan kekalahan, bahkan bangkrut, namun mereka segera bangkit untuk membuat perhitungan. Ingatlah, jika anda memiliki keteguhan, tidak ada yang dapat menghentikan anda.</p>
<p><strong>10. Disiplin pribadi<br />
</strong>Thomas Huxley mengatakan, &#8220;Lakukan apa yang harus anda lakukan, terlepas anda menyukai atau tidak.&#8221; Disiplin pribadi adalah kunci keberhasilan. Keinginan yang kuat akan mendorong diri anda untuk membayar harga kesuksesan &#8211; melakukan apa yang tidak disukai orang lain, bertarung dan memenangkannya dengan diri anda sendiri.</p>
<p>Oleh: Jenny Fulbright.<br />
Jenny Fulbright adalah seorang Staff Writer di PowerHomeBiz.com.<br />
Diterjemahkan oleh : Iin (Tim pengusahamuslim.com)</p></div>
<div>
<div>Sumber : <a href="http://www.pengusahamuslim.com">http://www.pengusahamuslim.com</a></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ucasucus.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ucasucus.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ucasucus.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ucasucus.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ucasucus.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ucasucus.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ucasucus.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ucasucus.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ucasucus.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ucasucus.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ucasucus.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ucasucus.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ucasucus.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ucasucus.wordpress.com/378/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=378&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/10/10-rahasia-pengusaha-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba89053994d84d885736137dd46b8dbb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ucasucus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berhutang dengan Niat Tidak Membayar</title>
		<link>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/10/berhutang-dengan-niat-tidak-membayar/</link>
		<comments>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/10/berhutang-dengan-niat-tidak-membayar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 02:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ucasucus</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekedar renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ucasucus.wordpress.com/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[Dalam pandangan Allah, hak-hak hamba sangat besar nilainya. Seseorang bisa saja bebas dari hak Allah hanya dengan taubat, tetapi tidak demikian hal-nya dengan hak antara sesama manusia -yang belum terselesaikan- kelak akan diadili pada hari yang utang-piutang tidak dibayar dengan &#8230; <a href="http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/10/berhutang-dengan-niat-tidak-membayar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=376&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div></div>
</div>
<div>
<div>Dalam pandangan Allah, hak-hak hamba sangat besar nilainya. Seseorang bisa saja bebas dari hak Allah hanya dengan taubat, tetapi tidak demikian hal-nya dengan hak antara sesama manusia -yang belum terselesaikan- kelak akan diadili pada hari yang utang-piutang tidak dibayar dengan dinar atau dirham, tetapi dibayar dengan pahala atau dosa. Mengenai hak antar sesama manusia, Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerima.” (An-Nisa: 58)</p>
<p>Di antara masalah yang banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat adalah gampang berhutang. Ironisnya, sebagian orang berutang tidak karena kebutuhan mendesak, tetapi untuk memenuhi kebutuhan luks atau berlomba dengan para tetangga. Misalnya untuk membeli mobil model baru, perkakas rumah tangga atau berbagai kesenangan lainnya yang bersifat duniawi dan fana. Sebagian orang tak segan-segan membeli barang-barang secara kredit yang sebagiannya tak lepas dari syubhat atau sesuatu yang haram.</p>
<p>Mudah dalam berutang akan menyeret seseorang pada kebiasaan menunda-nunda pembayaran atau malah mengakibatkan hilangnya barang orang lain.<br />
Memperingatkan akibat perbuatan ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,<br />
“Barangsiapa mengambil (berutang) harta manusia dan ia ingin melunasinya, niscaya Allah akan melunaskan utangnya. Dan barangsiapa mengambil (berutang) dengan keinginan untuk merugikannya (tidak membayar), niscaya Allah akan benar-benar membinasakannya.”( Hadits riwayat Al-Bukhari, lihat Fathul Bari, 5/54.)</p>
<p>Banyak orang meremehkan soal hutang-piutang, mereka menganggapnya masalah sepele, padahal di sisi Allah utang-piutang merupakan masalah yang besar. Bahkan hingga seorang syahid yang memiliki berbagai keistimewaan yang agung, pahala yang besar dan derajat yang tinggi, tidak lepas dari urusan hutang-piutang.</p>
<p>Dalil yang menegaskan tersebut adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,<br />
“Maha Suci Allah, betapa keras apa yang diturunkan Allah dalam urusan hutang-piutang. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya seorang laki-laki dibunuh di jalan Allah kemudian ia dihidupkan lalu dibunuh kemudian dihidupkan lalu dibunuh (lagi) sedang ia memiliki hutang, sungguh ia tak akan masuk Surga, sampai dibayarkan untuknya utang tersebut.”( Hadits riwayat An-Nasa’i, lihat Al Mujtaba, 7/314; Shahihul Jami’, 3594.)</p>
<p>Setelah mengetahui hal ini, masih tak pedulikah orang-orang yang menggampangkan urusan hutang-piutang?</p>
<p>(Dari kitab &#8220;Muharramat Istahana Bihan Naas&#8221; karya Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Munajjid / alsofwah)</p>
<p>Sumber : <a rel="nofollow" href="http://www.kajianislam.net/modules/smartsection/item.php?itemid=411" target="_blank"><span>http://www.kajianislam.net</span><span>/modules/smartsection/item</span>.php?itemid=411</a></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ucasucus.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ucasucus.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ucasucus.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ucasucus.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ucasucus.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ucasucus.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ucasucus.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ucasucus.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ucasucus.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ucasucus.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ucasucus.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ucasucus.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ucasucus.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ucasucus.wordpress.com/376/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=376&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/10/berhutang-dengan-niat-tidak-membayar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba89053994d84d885736137dd46b8dbb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ucasucus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagiannya sudah ditetapkan</title>
		<link>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/08/bagiannya-sudah-ditetapkan/</link>
		<comments>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/08/bagiannya-sudah-ditetapkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 06:10:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ucasucus</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekedar renungan]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[halal]]></category>
		<category><![CDATA[haram]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[muamalat]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[syubhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ucasucus.wordpress.com/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Urgensi makanan yang halal menuntut adanya usaha yang halal, sebab salah satu cara mendapatkan makanan yang halal adalah dengan sarana usaha yang halal juga. Apalagi dizaman sekarang dimana keimanan semakin tipis dan kebodohan sangat mendominasi kaum muslimin. Bagaimana tidak! Mereka &#8230; <a href="http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/08/bagiannya-sudah-ditetapkan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=374&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Urgensi makanan yang halal menuntut adanya usaha yang halal, sebab salah satu cara mendapatkan makanan yang halal adalah dengan sarana usaha yang halal juga. Apalagi dizaman sekarang dimana keimanan semakin tipis dan kebodohan sangat mendominasi kaum muslimin. Bagaimana tidak! Mereka sudah tidak mengenal lagi halal dan haram, bahkan ada yang menyatakan: “Yang haram aja susah apalagi yang halal”. Padahal setiap orang sudah sitetapkan bagian rizkinya dan telah disiapkan Allah seluruhnya. Kita hanya diperintahkan mencarinya dengan cara yang baik dan sesuai koridor syariat. Rasululloh bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Wahai sekalian manusia bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah usaha mencari rizki, karena jiwa tidak akan mati sampai sempurna rizkinya walaupun kadang agak tersendat-sendat. Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mengusahakannya, ambillah yang halal dan buanglah yang haram.&#8221;</em> (HR Ibnu Majah dan dishohihkan Al Albani dalam Shohih Ibnu Majah no.1741)</p>
<p>Jelas sekali perintah mencari usaha yang halal dalam sabda beliau diatas dan hal ini termasuk perkara besar yang sangat ditekankan dan menjadi skala prioritas utama para ulama salaf.</p>
<p><strong>Fenomena yang ada</strong></p>
<p>Banyak orang menyepelekan permasalahan ini, sampai-sampai tidak pernah peduli apakah yang diusahakannya halal atau haram dan cara mendapatkannya juga halal atau haram? Apalagi dizaman sekarang penipuan, dusta, pemalsuan dan pencurian menjadi salah satu senjata utama memperoleh uang. Kalau sudah demikian adanya bisakah diharapkan do’a kita dikabulkan dan diterima Allah? Kalau sudah tidak diterima lagi do’a kita, maka kita kehilangan satu senjata pamungkas menuju kejayaan umat islam, sebab do’a adalah senjata kaum mukminin. Lihat berapa banyak kemenangan kaum muslimin dimasa Rasululloh, salah satu sebab utamanya adalah do’a!</p>
<p>Oleh karena itu, jika sebahagian orang heran dan bertanya-tanya, ”Mengapa kita belum mendapat kemenangan? Mengapa kita memohon kepada Allah dan merendah diri kepada-Nya agar Ia berkenan melapangkan kesusahan yang menimpa kaum Muslimin, serta menghancurkan orang-orang zhalim, namun tidak terkabulkan? Ia heran, bagaimana dan mengapa?!</p>
<p>Kemungkinan jawabannya adalah kelalaian kita dalam mencara makanan yang baik dan usaha kita yang baik. Sebab Rasululloh SAW bersabda:</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik, dan bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin dengan apa yang diperintahkannya kepada para rasul dalam firman-Nya, ”Hai rasul-rasul,makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (al-Mu’minun: 51).</p>
<p>Dan Ia berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu”, (al-Baqarah: 172).</p>
<p>Kemudian beliau menyebutkan seorang laki-laki yang kusut warnanya seperti debu mengulurkan kedua tangannya ke langit sambil berdo’a: Ya Rabb, Ya Rabb, sedang makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, ia kenyang dengan makanan yang haram, maka bagaimana mungkin orang tersebut dikabulkan permohonannya?!”</em>1.</p>
<p>dalam hadits ini Rasululloh menjelaskan bagaimana kondisi seseorang yang bepergian dalam kondisi kusut masai dan mengangkat kedua tangannya merendahkan diri untuk meminta kepada Allah dikabulkan do’anya, namun do’anya ditolak karena makanan, pakaian dan minumannya haram.</p>
<p>Oleh karena itu seorang ulama besar bernama Yusuf bin Asbath berkata, ”Telah sampai kepada kami bahwa do’a seorang hamba ditahan naik ke langit lantaran buruknya makanan (makanannya tidak halal)”5. demikian juga sahabat yang mulai Sa’ad bin Abi Waqqas yang terkenal memiliki do’a mustajab, ketika ditanya mengenai sebab do’anya diterima; beliau berkata,”Aku tidak mengangkat sesuap makanan ke mulutku kecuali aku mengetahui dari mana datangnya dan dari mana ia keluar”6.</p>
<p><strong>Wajib punya ilmu</strong></p>
<p>Jelas sudah dari uraian diatas, pentingnya makanan dan usaha yang halal, tentu saja hal ini menuntut setiap orang untuk sadar dan mengetahui dengan baik setiap mu’amalat yang dilakukannya dan mengetahui dengan jelas dan gamblang mana yang haram dan mana yang halal serta yang syubhat (tidak jelas).</p>
<p>Wajib bagi seorang yang akan berusaha dan mencari rizki untuk belajar halal dan haram apa yang akan menjadi usahanya. Oleh karena itu Khalifah ‘Umar bin al-Khaththab berkata, ”Janganlah berdagang di pasar kami kecuali orang faqih, [mengerti tentang jual beli], jika tidak maka dia makan riba”7. demikian juga Kholifah ‘Ali bin Abi Tholib pernah berkata, ”Siapa yang berdagang sebelum mengerti fiqih, maka ia akan tercebur ke dalam riba, kemudian tercebur lagi dan kemudian akan tercebur lagi” artinya terjerumus ke dalamnya dan kebingungan8.</p>
<p>Itu pernyataan di zaman mereka yang dipenuhi ilmu, petunjuk dan takwa. Lalu bagaimana dengan zaman kita sekarang ini yang dipenuhi kebodohan, kesesatan dan kemaksiatan?!</p>
<p><strong>Bagaimana Langkah Kita</strong></p>
<p><strong>Tidak ada pilihan lain bagi kita, kecuali kembali mempelajari aturan dan ajaran islam tentang usaha-usaha yang diperbolehkan dan dilarang dan jenis makanan yang halal dan haram. Tentunya dengan merujuk kepada Al Qur’an dan sunnah dan pemahaman para sahabat dan ulama yang mengikuti jalan mereka dengan baik.</strong></p>
<p>Selamat belajar!!!!</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
<em>Makalah ini ditulis khusus oleh Ustadz Kholid Syamhudi Lc. untuk pengusahamuslim.com</em></p>
<p><em>Sumber: </em><a href="http://www.pengusahamuslim.com/modules/smartsection/item.php?itemid=336"><em>http://www.pengusahamuslim.com/modules/smartsection/item.php?itemid=336</em></a></p>
<p>Untuk mengetahui lebih banyak tentang bisnis yang diajarkan Rasullulah dan para sahabatnya silahkan klik : <a href="http://spiritualpreneurship.com/?id=SuperKaya">http://spiritualpreneurship.com/?id=SuperKaya</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ucasucus.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ucasucus.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ucasucus.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ucasucus.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ucasucus.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ucasucus.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ucasucus.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ucasucus.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ucasucus.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ucasucus.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ucasucus.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ucasucus.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ucasucus.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ucasucus.wordpress.com/374/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=374&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/08/bagiannya-sudah-ditetapkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba89053994d84d885736137dd46b8dbb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ucasucus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dunia Dalam Pandangan Seorang Hamba</title>
		<link>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/03/dunia-dalam-pandangan-seorang-hamba/</link>
		<comments>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/03/dunia-dalam-pandangan-seorang-hamba/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 09:19:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ucasucus</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekedar renungan]]></category>
		<category><![CDATA[ala kadarnya]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[mengantungkan]]></category>
		<category><![CDATA[pandangan]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ucasucus.wordpress.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Hamba itu melihat sahabatnya di masjid sedang tekun berdoa setelah sholat berjamaah usai dilakukan. Terlihat wajah sahabatnya itu begitu khusyuk dalam munajatnya kepada Allah SWT. Ia menunggu untuk beberapa saat sampai sahabatnya itu selesai. Telah menjadi kebiasaan mereka untuk selalu &#8230; <a href="http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/03/dunia-dalam-pandangan-seorang-hamba/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=372&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hamba itu melihat sahabatnya di masjid sedang tekun berdoa setelah sholat berjamaah usai dilakukan. Terlihat wajah sahabatnya itu begitu khusyuk dalam munajatnya kepada Allah SWT. Ia menunggu untuk beberapa saat sampai sahabatnya itu selesai. Telah menjadi kebiasaan mereka untuk selalu mengucapkan salam dan saling menyapa. Dalam penantiannya itu, seseorang yang dikenal mendekati hamba tersebut dan mengucapkan salam lalu berkata, “Bagaimana ia mau kaya kalau kerjanya hanya di masjid dan berdoa saja dengan sedikit usaha? Kita yang mati-matian mencari rezeki belum tentu bisa kaya, apatah lagi seorang yang hanya menggantungkan dirinya dengan doa dan usaha yang ala kadarnya.” Hamba itu hanya diam dan tersenyum tanpa sedikitpun ingin mengomentari pernyataan itu. Dipandanginya lagi sahabatnya itu yang belum juga selesai bermunajat.</p>
<p>Ia selalu ingat bahwa sahabatnya itu sangatlah menjaga hubungannya dengan Allah SWT. Disaat begitu banyak orang yang menggantungkan hidupnya terhadap dunia ini dan terkadang sampai lupa waktu seolah–olah menjadikan harta benda sebagai sembahan mereka, sahabatnya itu memilih sebuah kehidupan yang kecil. Sebuah kehidupan yang jauh dari hiruk pikuk dunia ini. Jauh dari segala gemerlapnya. Bukannya tanpa usaha, ia selalu berjuang dengan niat dan ikhtiar untuk mencari keridhaan Allah SWT. Suatu niat yang ikhlas dan ikhtiar yang jujur telah mendatangkan ridha Allah kepadanya sehingga ia selalu dapat mencukupi segala kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya. Berbeda dengan kita yang bisa jadi salah dalam berniat dan ikhtiar. Niat kita selalu ingin menjadi kaya dan ikhtiar kita selalu ingin dengan usaha yang sekecil-kecilnya mendapat sesuatu manfaat yang sebesar-besarnya. Pantaslah kita jauh dari ridha Allah SWT. Rezeki yang kita dapatkan walaupun banyak diraih, tapi tidak memiliki berkah sama sekali. Semakin banyak yang didapat semakin kekurangan kita merasa. Seperti seorang musafir yang meminum air garam yang semakin diminum semakin haus kita merasa.</p>
<p>“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksa-Nya (nicaya mereka pasti menyesal).” (QS Al Baqarah [2]:165)</p>
<p>“Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendakinya tanpa batas.” (QS Al Baqarah [2]:212)</p>
<p>Hamba itu kembali mengingat sebuah hadish dari Rasulullah yang begitu indah tentang kehidupan seorang hamba yang selalu menggantungkan segala harapannya dan bekerja demi mencari keridhaan Allah semata. Rasulullah bersabda, “Jika engkau menggantungkan hidupmu pada dunia, maka Allah SWT akan menyerahkan urusan mu pada dunia ini, jika engkau menggantungkan hidupmu kepada Allah semata, Allah akan jadikan dunia mendatangimu dengan sukarela.” (HR Ahmad)</p>
<p>Sumber : <a rel="nofollow" href="http://edakwahkita.blogspot.com/" target="_blank"><span>http://edakwahkita.blogspo</span>t.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ucasucus.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ucasucus.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ucasucus.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ucasucus.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ucasucus.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ucasucus.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ucasucus.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ucasucus.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ucasucus.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ucasucus.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ucasucus.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ucasucus.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ucasucus.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ucasucus.wordpress.com/372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=372&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/03/dunia-dalam-pandangan-seorang-hamba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba89053994d84d885736137dd46b8dbb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ucasucus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rasulullah saw dan Kematian</title>
		<link>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/02/rasulullah-saw-dan-kematian/</link>
		<comments>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/02/rasulullah-saw-dan-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 05:33:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ucasucus</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekedar renungan]]></category>
		<category><![CDATA[aisyah]]></category>
		<category><![CDATA[fatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ucasucus.wordpress.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Suatu malam, setelah Rasulullah memerintahkan persiapan penaklukan kekuasaan Romawi di Syam (Syria), Nabi memanggil salah seorang pembantunya yang dahulu adalah budak yang dibebaskannya yaitu Abu Muwayhibah. Rasulullah berkata, “Aku telah diperintahkan Allah untuk memohonkan ampun bagi para ahlil kubur, ikutlah &#8230; <a href="http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/02/rasulullah-saw-dan-kematian/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=369&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fedakwahkita.blogspot.com%2F&amp;h=56887cdc36154cafcd318afdc7f993dd"><br />
Suatu malam, setelah Rasulullah memerintahkan persiapan penaklukan kekuasaan Romawi di Syam (Syria), Nabi memanggil salah seorang pembantunya yang dahulu adalah budak yang dibebaskannya yaitu Abu Muwayhibah. Rasulullah berkata, “Aku telah diperintahkan Allah untuk memohonkan ampun bagi para ahlil kubur, ikutlah bersamaku.” Merekapun pergi bersama menuju perkuburan Baqi. Sesampainya disana Rasulullah berkata, “Keselamatan atasmu wahai penghuni kubur. Bergembiralah di alam-mu yang jauh lebih baik dari negeri yang kini dihuni manusia. Dunia yang dipenuhi oleh fitnah yang akan selalu menyertai kehidupan seorang hamba yang terus menerus datang seperti beruntunnya potongan-potongan malam yang gelap. Yang terakhir menyusul yang terdahulu dan yang terakhir datang lebih buruk dari yang sebelumnya.” Rasulullah kemudian menoleh kepada Abu Muwayhibah dan berkata, “Baru saja aku ditawari oleh Allah SWT melalui jibril dua pilihan. Yang pertama adalah seluruh perbendaharaan dunia ini yang penuh dengan kekayaan dan aku akan kekal didalamnya. Yang kedua adalah pertemuan dengan Tuhanku dan surga.” Abu Muwayhibah berkata, “Wahai engkau yang lebih kukasihi dari ibu dan ayahku, pilihlah perbendaharaan dunia ini baru sesudah itu surga.” Rasulullah menjawab, “Tidak wahai sahabatku, aku memilih pertemuan dengan Tuhanku dan surga.”</p>
<p>Setelah peristiwa ini, beberapa hari kemudian Rasulullah saw jatuh sakit dan semakin hari bertambah parah keadaannya. Sampai-sampai Rasulullah saw tidak sanggup untuk sholat berjamaah di masjid Nabawi kecuali waktu shubuh di hari kepergiannya. Sahabat-sahabatnya begitu bergembira ketika melihat Rasulullah saw datang, sampai-sampai shalat shubuh berjamaah yang telah diimami oleh Abu Bakr hampir saja bubar kalau tidak Rasulullah memberi isyarat agar shalat mereka diteruskan dan Rasulullah memilih menjadi makmum. Nabi shalat disebelah kanan Abu Bakr dengan posisi duduk.</p>
<p>Setelah shalat usai, tidak banyak kata yang keluar dari lisan Nabi kecuali senyuman. Wajah Rasulullah begitu berseri-seri melihat ketaatan para sahabatnya. Mereka bergantian memeluk Nabi satu persatu dengan wajah yang bahagia karena mengira Nabi telah sembuh dari sakitnya.</p>
<p>Ketika Rasulullah kembali ke rumahnya, keadaannya berubah. Ia meminta Aisyah rha untuk mengumpulkan seluruh kerabatnya. Dan ketika kerabatnya telah berkumpul, ia memandang wajah mereka satu persatu. Nabi melihat putrinya, Fatimah Azzahra rha, terisak-isak diantara yang hadir. Rasulullah memanggilnya. Dengan suara yang lirih, Nabi bertanya, “Kenapa engkau menagis wahai putriku?” Fatimah menjawab, “Ayah, bisa jadi sebentar lagi aku akan berpisah denganmu. Itu membuatku amat sedih.” Nabi tersenyum dan berkata, “Wahai putriku, lihatlah kearah sana.” Nabi menunjuk ke arah hadapannya. “Kesanalah aku akan pergi. Jibril telah menyampaikan kepadaku bahwa orang pertama yang akan menyusulku kesana adalah engkau wahai putriku.” Fatimah tersenyum dan sejak saat itu ia tidak pernah terlihat bersedih dan menagis lagi. Beberapa hari setelah Nabi berpulang, Fatimah menceritakan kepada Abu Bakr dan Umar ibn Khatab bahwa ayahnya telah menunjukkan kepadanya suatu tempat yang teramat indah yang tiada bandingannya di dunia ini. Dalam suatu riwayat Fatimah rha menyusul berpulang setelah 3 bulan kepergian Nabi. Rasulullah sendiri wafat dipangkuan Aisyah. Dengan lirih, terdengar kata-kata terakhir dari lisan yang agung, “Ya Allah, aku ridha bersama teman yang paling baik (kematian).”</p>
<p>Rasulullah saw bersabda, “Setiap istri yang meninggal dunia dan suaminya meridhainya, ia pasti masuk surga.” (HR At Tirmidzi)</p>
<p>Referensi: “Muhammad” karya Abu Bakr Siraj Al-Din dan &#8220;Sejarah hidup Muhammad&#8221; karya M. Husain Haekal</a></p>
<p>Sumber : <a href="http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fedakwahkita.blogspot.com%2F&amp;h=56887cdc36154cafcd318afdc7f993dd">http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fedakwahkita.blogspot.com%2F&amp;h=56887cdc36154cafcd318afdc7f993dd</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ucasucus.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ucasucus.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ucasucus.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ucasucus.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ucasucus.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ucasucus.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ucasucus.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ucasucus.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ucasucus.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ucasucus.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ucasucus.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ucasucus.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ucasucus.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ucasucus.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ucasucus.wordpress.com&amp;blog=5836580&amp;post=369&amp;subd=ucasucus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ucasucus.wordpress.com/2009/06/02/rasulullah-saw-dan-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba89053994d84d885736137dd46b8dbb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ucasucus</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
