Makna Doa Yang Selalu kita Ucapkan…

Allah SWT sendiri mengajarkan doa kepada hamba-hamba-Nya pada QS Al Baqarah [2]:201 agar hamba-hamba-Nya selalu meminta kebaikan dunia dan akhirat. Kadang kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah yang Allah SWT maksudkan dengan kebaikan hidup di dunia dan akhirat itu? Begitu banyak buku yang telah membahasnya, begitu banyak ceramah agama yang telah menuturkannya, bisa jadi dengan standar kita masing-masing, kita berusaha untuk meraihnya. Para ulama berpendapat bahwa kebaikan dunia dan akhirat itu adalah sebagai berikut:

KEBAIKAN DI DUNIA
Ada lima yang mengiringi seorang hamba yang merupakan kebaikan baginya di dunia ini.

• Pribadi, Pasangan Hidup dan Keturunan yang Sholeh
QS Al Hujaraat [49]:13, “…Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu…”

QS Al Furqan [25]:74, “Dan orang-orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan hidup dan keturunan kami sebagai penyejuk hati bagi kami dan jadikanlah kami tauladan bagi hamba-hamba Engkau yang bertaqwa”

• Tercukupi Kebutuhan Hidup
Banyak ahli keuangan yang mengatakan kebutuhan berbeda dengan keinginan. Keinginan manusia itu banyak sedangkan kebutuhannya hanya sedikit.

Rasulullah bersabda, “Sungguh beruntung orang yang telah beriman dan rezekinya cukup. Allah memberi kepuasan kepadanya dari apa yang Allah karuniakan.” (HR Muslim)

•Kesehatan
Tiada yang lebih baik pada sebuah kehidupan selain terhindar dari penyakit yang menyengsarakan. Rasulullah saw sepanjang hidupnya terhindar dari penyakit kecuali penyakit yang datang pada akhir ajalnya.

•Rasa Aman
Manusia akan merasa tentram hidupnya dalam keadaan dan lingkungan yang aman.

•Bermanfaat bagi orang lain
Rasulullah SAW bersabda, “Semulia-mulia kamu adalah orang yang memberi banyak manfaat bagi orang lain.” (HR Bukhari)

KEBAIKAN DI AKHIRAT
Akhirat dalam pengertiannya adalah alam diluar dunia ini. Alam akhirat dimulai sejak seorang manusia menempuh sakratul maut.

•Mati dalam keadaan khusnul khatimah
Ketika seorang mukmin dalam keadaan sakratul maut, malaikat pencabut nyawa akan menghiburnya dan berkata, “Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya” (QS Al Fajr [89]:27-28).

Hal ini sangat berbeda ketika seorang pendosa yang akan dicabut nyawanya yang Allah SWT gambarkan dalam QS Al An’aam [6]:93, “…Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang dzalim (melampaui batas) itu dalam tekanan sakratul maut, sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya muka dan belakang mereka sambil berkata: ‘Keluarkan nyawamu’. Hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan perkataan yang tidak benar dan kamu selalu menyombongkan diri dari apa yang Allah perintahkan kepadamu.”

•Tempat yang baik di Alam Barzakh
Alam barzakh atau alam kubur adalah kediaman sementara untuk menunggu kiamat terjadi. Allah SWT berfirman di QS Al Fajr [89]:29, “Masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku.”

Allah SWT juga mengilustrasikan azab kubur bagi seorang hamba-Nya yang dzalim yaitu Firaun pada QS Al Mu’min [40]:46, “Kepada mereka (Firaun dan pengikutnya) ditampakkan neraka pada pagi dan petang…”

•Pada saat kiamat tidak merasakan huru-hara
Allah SWT berfirman pada QS Al Anbiyaa’ [21]:103, “Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Para malaikat) berkata, “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.”

•Pada saat berbangkit ditempatkan Allah pada tempat yang baik
Salah satu keutaman Rasulullah adalah ketika di padang mahsyar, Rasulullah diberi oleh Allah suatu telaga (sungai) yang bernama Al Kautsar yang Rasulullah sendiri adalah penjaganya. Hal ini dijelaskan dalam tafsir Ibnu Katsir. Allah berfirman di QS Al Kautsar [108]: 1-3, “Bukankah Kami telah memberimu telaga Al Kautsar. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkorbanlah (berjihadlah). Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari memperoleh kenikmatan telaga Al Kautsar)”

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya aku menunggu (kedatangan) kamu sekalian di telaga. Barangsiapa melewati, dia pasti minum. Dan barangsiapa minum, maka dia tidak akan dehaga selamanya. Sesungguhnya ada beberapa umatku yang tertolak (dari telaga itu). Aku kenal mereka dan merekapun kenal aku. Aku katakan kepada malaikat, “Mereka dari golonganku.” Malaikat berkata, “Sesungguhnya engkau tidak tahu bid’ah-bid’ah (kebohongan dalam beribadah) apa saja yang mereka lakukan sepeninggalmu ya Rasulullah.” Kemudian terhalanglah antara aku dengan mereka.” (HR Bukhari)

•Mendapatkan Surga
Inilah puncak dari segala kebaikan itu. Nikmat yang kekal lagi sempurna. “…Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS Al Hajj [22]:47)

Sumber : http://edakwahkita.blogspot.com

Saudaraku … Seharusnya Sabar Itu Di Awal Musibah

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

Perlu diketahui, bahwa sabar yang menjadikan seseorang mendapatkan ganjaran pahala adalah sabar ketika di awal musibah dan inilah yang dinamakan sabar sebenarnya. Adapun sabar sesudahnya adalah cuma sekedar hiburan. Adapun jika seseorang menghadapi musibah, langsung dengan amarah dan tidak ridho pada takdir Allah, namun setelah itu dia menahan diri dan bersabar karena mungkin mendapatkan nasehat atau yang lainnya. Maka ini bukanlah sabar yang hakiki.

Dari Anas bin Malik beliau berkata,

مَرَّ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِامْرَأَةٍ تَبْكِى عِنْدَ قَبْرٍ فَقَالَ « اتَّقِى اللَّهَ وَاصْبِرِى » . قَالَتْ إِلَيْكَ عَنِّى ، فَإِنَّكَ لَمْ تُصَبْ بِمُصِيبَتِى ، وَلَمْ تَعْرِفْهُ . فَقِيلَ لَهَا إِنَّهُ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – . فَأَتَتْ بَابَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَلَمْ تَجِدْ عِنْدَهُ بَوَّابِينَ فَقَالَتْ لَمْ أَعْرِفْكَ . فَقَالَ « إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى »

”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Bertakwalah pada Allah dan bersabarlah.” Kemudian wanita itu berkata,”Menjauhlah dariku. Sesungguhnya engkau belum pernah merasakan musibahku dan belum mengetahuinya.”
Kemudian ada yang mengatakan pada wanita itu bahwa orang yang berkata tadi adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita tersebut mendatangi pintu (rumah) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian dia tidak mendapati seorang yang menghalangi dia masuk pada rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita ini berkata,”Aku belum mengenalmu.”
Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”Sesungguhnya namanya sabar adalah ketika di awal musibah.” (HR. Bukhari, no. 1283)

Semoga Allah memberikan kita taufik dan hidayah untuk selalu ridho dengan takdir Allah yang kita rasa itu pahit. Semoga Allah juga selalu memberikan kita kemudahan untuk bersabar di awal-awal musibah, walaupun itu mungkin terasa berat. Tetapi jika seseorang memiliki keyakinan yang mantap pada Allah dan meyakini ada hikmah yang besar di balik setiap musibah, tentu dia akan memilih untuk bersabar.

Amin Yaa Mujibas Saa’ilin.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Sumber : http://rumaysho.wordpress.com

Kiat Sukses Menjadi Muslim Pengusaha

 
Seminar Pengusaha MuslimKoran Republika, 24 Mei 2009 – Pengusaha yang sukses tidak hanya sekedar kaya secara materi. “Pengusaha yang sukses adalah pengusaha yang sukses dunia maupun akhirat. Itulah para Muslim Pengusaha, “ tutur Winarto AR pada workshop bertajuk “ How to Start a Business” yang digelar komunitas pengusahamuslim.com di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Winarto, seorang Muslim yang ingin sukses menjadi pengusaha harus memenuhi dua kriteria. Selain harus profesional papar dia, seorang Muslim pengusaha pun harus memiliki basis syariah. “Yakni, menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam bisnisnya,” ungkap pengusaha dan konsultan properti ini.

Berbekal kedua kriteria itu, lanjut Winarto, bisnis pun akan berkah, mudah, dan lancar. Ia menambahkan, Muslim pengusaha yang baik selalu berhati-hati dalam menjalankan roda bisnisnya sehingga tidak tergelincir pada hal-hal yang dilarang atau dimurkai Allah SWT”. Pengusaha yang telah berbisnis selama puluhan tahun itu menegaskan, seoarang Muslim pengusaha tak boleh mengurangi takaran atau timbangan dan juga dilarang menyuap. Anda tentu bertanya langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan oleh seorang Muslim agar menjadi pengusaha sukses?

Pendiri dan Chairman PT Zahir Internasioanl Fadil Fuad Basymeleh, mengungkapan, setidaknya ada 10 langkah untuk menjadi Muslim Pengusaha yang berhasil, Pertama, harus ada motivasi yang kuat untuk menjadi orang yang sukses, ”tulislah 50 mimpi Anda yang hebat-hebat. Tempel daftar tersebut di dinding sehingga anda bisa membacanya setiap hari, terutama di saat semangat Anda menurun.”

Kedua, perkuat tawakal kepada Allah. Fadil pun mengutip Alquran surat Ali Imran ayat 159, yang artinya,” Apabila kamu sudah berazam, maka bertawakallah kepada Allah.” Menurut dia, dengan bertawakal, seorang Muslim akan menitipkan masa depan diri, keluarga, maupun usaha kita kepada Allah sambil berikhtiar.

Peraih penghargaan wirausahawan terbaik dan APICTA Award untuk produk Zahir Accounting itu menambahkan, kunci sukses yang ketiga, yakni jangan memaksakan diri untuk berbisnis sesuai dengan gambaran ideal yang anda miliki.

“Mulailah dengan peluang dan kesempatan yang ada di tangan Anda. Percayalah kepada takdir dan rezeki Allah.”

Keempat, pilihlah bisnis yang dapat anda kuasai dengan cepat. “Intinya, manfaatkan tangible dan intangible assets yang and miliki, tuturnya. Langkah kelima adalah menentukan diferensiasi produk yang Anda hasilkan, sehingga berbeda dengan produk-produk lain yang sudah lebih dulu ada.

Langkah keenam, kata Fadil, pilihlah fokus bisnis dan bekerjalah secara fokus. ”Kalau fokus, kita akan lebih kuat dan kreatif”, tuturnya. Langkah ketujuh, mencakup dua hal. Yakni, carilah teman bisnis atau bermitralah. “Rosulullah menegaskan bahwa bila dua orang berserikat, maka Allah menjadi pihak yang ketiga, selama kedua orang atau salah satu orang tersebut tidak khianat. Usaha yang didalamnya Allah ikut serta sudah pasti berkah dan sukses.”

Selain itu, jangan takut menggaji pegawai. “Jangan khawatir soal gaji karyawan. Sebab, yang menanggung rezeki karyawan kita itu adalah Allah SWT, bukan kita. Dalam Alquran Surah Az-Zukhruf ayat 32, Allah SWT menegaskan, akan menjamin rezeki makhluk-makhluk-Nya, termasuk karyawan kita.”

Langkah kedelapan, hal yang tidak kalah pentingnya adalah perkuat kesabaran.”Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.” Kada Fadil. Langkah kesembilan, hindari perbuatan dosa dan maksiat. Sebab, hal tersebut akan membuat hidup sempit dan tidak berkah.

Langkah kesepuluh, pelajarilah kunci-kunci pembuka rezeki.”Kalau semua langkah ini diterapkan Insya Allah kita akan menjadi pengusaha yang sukses dunia dan akhirat”, pungkasnya.

Sumber : http://www.facebook.com/home.php?ref=home#/pages/Komunitas-Pengusaha-Muslim-Indonesia/106963530559

Hamba yang Berada di Tepi

Seorang hamba itu baru selesai dalam munajatnya kepada Allah. Seorang temannya menghampiri. Teman lamanya yang sudah lama tidak bertemu. Temannya itu berkeluh kesah kepadanya tentang apa yang menimpanya hari-hari terakhir ini. Usahanya yang redup, rumah tangganya yang goncang dan hal-hal lain yang membuatnya hanya bisa menghela nafas. Ia berkata, “Beratus kali doa telah kupanjatkan, tapi rasanya Allah enggan untuk mengabulkannya.” Sering terdengar dari lisannya hal-hal yang ia sesali, “Coba kalau dahulu aku tidak melakukan hal itu pasti nasibku tidak akan seperti ini.”

Hamba itu tersenyum, ia ingat sebuah ayat dari kitab yang mulia, “Dan diantara manusia ada yang menyembah Allah dengan berada ditepi; maka jika ia memperoleh kebaikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia tertimpa oleh suatu bencana berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS Al Hajj [22]:11)

Dalam suatu nasihat kepada para sahabatnya, Rasulullah saw bersabda, “ Orang beriman yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada orang beriman yang lemah. Bersemangatlah untuk mengerjakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirimu, serta mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah lemah! Kalau engkau tertimpa sesuatu maka janganlah mengucapkan: ‘Seandainya aku berbuat begini tentu akan terjadi begini dan begitu.’ Tapi katakanlah, ‘Apa yang ditentukan Allah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan terjadi.’ Karena kata ‘seandainya’ itu akan memberi jalan pada syaitan untuk menguasai.” (HR Muslim)

Temannya itu kembali bertanya kepadanya, “Apakah dahi yang menghitam karena beribadah kepada Allah, akan dapat menyelesaikan segala permasalahan hidup?” Sambil tertawa temannya itu menunjuk kepadanya. Hamba itu hanya tersenyum. Ia sadar, segala ujian hidup yang datang bisa jadi tidak akan pernah selesai seperti apa yang ia inginkan dan harapkan. Tapi Allah Maha Menyelesaikan dan Maha Berkehendak. Tidak pernah ia berburuk sangka terhadap apa yang Allah SWT tetapkan untuknya. Itulah penyelesaian dari segala permasalahan hidup.

Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada sesuatu pun yang lebih dicintai Allah daripada dua tetes dan dua bekas, yaitu ‘tetesan’ air mata karena rindu kepada Allah dan ‘tetesan’ darah yang mengalir karena berjuang dijalan Allah. Adapun dua bekas itu adalah ‘bekas’ luka ketika berjuang dijalan Allah dan ‘bekas’ yang disebabkan oleh menjalankan ibadah kepada Allah SWT. (HR At Tirmidzi)

Sumber : http://edakwahkita.blogspot.com/

10 Aturan Untuk Keberhasilan Usaha Kecil

 
1. Target.
Anda bukan segala-galanya bagi semua orang lain. Putuskan ceruk anda – persempit fokus anda dan perluas daya tarik anda.

2. Berani beda
Jika kompetitor anda melakukannya, anda jangan mengikutinya. Jadilah yang menonjol di market yang dibanjiri dengan iklan dan produk yang sesuai.

3. Membangun Tim
Jangan menyewa karyawan untuk mengisi posisi. Pekerjakan seseorang sebagai bagian dari tim dalam membangun bisnis anda.

4.Bertindak dengan cepat
Waktu adalah komoditas yang paling berharga. Jika pengiriman diperkirakan hari Jumat, kirimkan Kamis siang. Jangan menunda menjawab telpon dan email.

5. Ucapkan Terima Kasih
Katakan pada pelanggan dan karyawan anda bahwa anda sangat menghargai mereka. Lebih baik dilakukan dengan cara konvensional: ambil pena dan tuliskan sebuah catatan untuk mereka.

6. Konsisten
Pastikan bisnis anda memiliki tampilan dan rasa yang konsisten. Setiap orang dalam organisasi harus selalu memperlakukan pelanggan dengan sama.

7. Tersenyum
Buang jauh-jauh berbagai alasan dalam pikiran anda, apa yang dibeli orang dari anda, apakah harga, mutu produk, atau jaminan yang diberikan?. Mereka membelinya karena menyukai anda.

8. Optimis
Perilaku akan selalu menang di bagian akhir dan mempengaruhi orang sekeliling anda.

9. Soft Sell
Jangan pernah melakukan hard sell. Pecahkan masalah. Berikan kepuasan. Lakukan yang terbaik untuk pelanggan anda.

10. Tinggalkan zona nyaman anda
Jangan pernah menerima gagasan atau teknologi baru tidak sesuai dengan anda.

Sumber Brian Grinonneau
Diterjemahkan oleh: Iin (tim pengusahamuslim.com)

10 Rahasia Pengusaha Sukses

Menjalankan sebuah usaha pribadi adalah cara yang kreatif, fleksibel dan menantang untuk menjadi bos bagi diri sendiri dan memetakan masa depan anda. Ini adalah menciptakan sebuah kehidupan. Dari tempat yang nyaman di sebuah perusahaan dimana gaji secara teratur diterima, anda akan memasuki teritori bisnis yang penuh dengan ketidakpastian.

Adakah cara untuk menentukan apakah anda dapat menjadi pengusaha berhasil, atau lebih baik bekerja untuk orang lain?. Tidak ada formula untuk sukses. Namun, kebanyakan pengusaha sukses membagi 10 karakter ini. Cek jika anda memiliki salah satunya:

1. Berpikir sukses
Untuk mendapatkan kesuksesan yang diinginkan, anda perlu bermimpi besar. Setiap kesuksessan dimulai dengan impian besar. Anda perlu memiliki impian besar bagi diri anda- anda ingin menjadi kaya, terkenal atau berkecukupan. Namun mimpi saja tidak cukup. Anda harus aktif memvisualkan sukses dalam pikiran anda sehingga dapat anda rasakan. Bagaimana rasanya melipatgandakan income anda? bagaimana hidup akan berubah?

Pengusaha sukses memiliki sikap keterbukaan dan keyakinan yang dapat anda miliki. Para pakar manajemen telah mengajarkan pada kita kekuatan visualisasi- dengan melihat diri kita didalam pikiran untuk mencapai impian-impian kita. Jika anda ingin menjadi penulis sukses, gambarkan diri anda menandatangani buku di kerumunan orang yang antri minta tanda tangan anda. Dan proses ini harus diingimbangi dengan tindakan yang konstan! Anda harus berfikir jika anda dapat meraih sukses di setiap menit

2. Memiliki hasrat pada apa yang kerjakan
Anda memulai bisnis untuk merubah sebagian atau seluruh hidup anda. Untuk melakukan perubahan ini, anda perlu mengembangkan atau membuka hasrat personal anda terhadap perubahan baru. Keberhasilan akan datang jika anda mencintai apa yang anda kerjakan. Mengapa? Karena kita akan lebih bersemangat mengejar tujuan terhadap apa yang kita cintai. Jika anda membenci pekerjaan anda sekarang, apakah anda akan berhasil? Tidak sama sekali! Meskipun anda menjadi kompeten melakukan tugas tersebut, namun anda tidak akan pernah meraih keberhasilan yang besar. Anda akan mencapai performa puncak dan melakukan sesuatu untuk meraih sukses jika anda melakukan sesuatu yang menjadi minat anda. Pengusaha sukses tidak peduli jika mereka menghabiskan 15 atau 18 jam sehari untuk mengurus bisnisnya karena mereka memang mencintai apa yang mereka kerjakan. Keberhasilan dalam bisnis adalah masalah kesabaran dan kerja keras, yang hanya didapatkan jika anda memiliki hasrat terhadap tugas dan kegiatan yang anda kerjakan.

3. Fokus pada kelebihan anda
Hadapi kenyataan ini; anda tidak dapat menjadi apapun bagi semua orang. Kita memiliki kelebihan dan kekurangan. Agar efektif, anda harus mengenali kelebihan dan berkonsentrasi pada hal tersebut. Anda akan menjadi semakin sukses jika mampu menggabungkan dengan upaya anda di area yang anda kuasai dengan baik. Misalnya, dalam bisnis, anda memiliki insting marketing yang bagus, kemudian pertajam kelebihan ini dan gunakan dengan maksimal. Mintalah bantuan di area yang tidak anda kuasai, misalnya akuntansi atau pembukuan. Untuk merubah kelemahan menjadi kekuarangan, pertimbangkan untuk mengikuti training formal.

4. Pantang memikirkan kemungkinan gagal
Ayn Rand, di dalam novelnya The Fountainhead, menulis, “Bukan sikap manusia- atau makhluk hidup, untuk memulai dengan menyerah.” Sebagai seorang pengusaha, anda harus sepenuhnya percaya dengan sasaran dan apa yang anda lakukan. Pikirkan apa yang anda kerjakan akan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan diri anda sendiri. Anda harus memiliki keyakinan yang kuat atas ide, kemampuan dan diri anda sendiri. Anda harus yakin dibalik bayangan keraguan, anda memiliki kemampuan untuk mengenali dan mengatasinya. Semakin anda mengembangkan keyakinan untuk mencapai sasaran, semakin cepat anda mendapatkannya. Namun, keyakinan anda harus diimbangi dengan perhitungan resiko. Pengusaha sukses adalah mereka yang menganalisa dan meminimalkan resiko untuk mendapatkan profit. Seperti yang sering mereka katakan, “tanpa keberanian, tidak ada kemenangan.”

5. Rencanakan dengan baik
Anda memiliki visi, dan yakin dapat mencapai visi anda. Tapi, tahukan anda bagaimana mencapai visi anda? Untuk mencapainya, anda harus memiliki tujuan konkrit sebagai batu loncatan untuk visi anda. Tulislah sasaran anda: jangan melakukannya hanya untuk berfantasi. Anda harus merencanakan tindakan anda agar memberikan kontribusi untuk meraih visi. Kemampuan anda untuk menetapkan sasaran dan membuat perencanaan adalah keterampilan yang diperlukan untuk sukses.

6. Kerja Keras!
Setiap pengusaha sukses bekerja keras. Tidak ada orang sukses hanya dengan berpangku tangan. Seperti yang dikatakan Brian Tracy , “Anda bekerja selama 8 jam sehari untuk bertahan hidup; semua hal setelah 8 jam sehari adalah untuk kesuksesan.” Tanyakan pada pengusaha sukses dan mereka akan mengatakan pada anda bahwa mereka harus bekerja lebih dari 60 jam dalam seminggu di awal bisnis mereka. Bersiaplah mengucapkan selamat tinggal pada acara nongkrong bersama setelah jam kerja, atau berjalan-jalan diakhir pekan. Jika anda berada di tahap awal, anda harus bernafas, makan dan minum dengan bisnis anda sampai bisnis anda dapat berjalan. Kerja keras akan mudah jika anda memiliki visi, sasaran yang jelas, dan hasrat pada apa yang anda kerjakan.

7. Terus-menerus memperluas jaringan
Di dalam bisnis, anda dinilai oleh perusahaan yang anda jalankan – dari tim manajemen, dewan direksi, dan rekan stratejik. Bisnis selalu memerlukan bantuan, terlebih usaha kecil. Penting untuk membentuk aliansi dengan orang-orang yang dapat membantu anda, dan yang dapat anda bantu. Agar berhasil dalam bisnis, anda harus memiliki ketrampilan networking yang bagus dan selalu jeli melihat peluang yang ditawarkan kontak anda.

8. Kemauan untuk Belajar
Anda tidak harus bergelar MBA atau PhD untuk berhasil dalam bisnis. Kenyataannya, banyak pengusaha yang tidak menyelesaikan pendidikan menengah mereka. Studi menunjukkan kebanyakan millioner memiliki intelegensi rata-rata. Namun, mereka meraih potensi secara penuh untuk mencapai tujuan finansial dan bisnis, karena mereka mau belajar. Untuk berhasil, anda harus mau bertanya, ingin tau, tertarik dan membuka pada pengetahuan baru. Kemauan untuk belajar menjadi hal yang penting seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan menjalankan bisnis.

9. Memiliki keteguhan dan keyakinan
Tidak seorangpun yang mengatakan jalan menuju sukses itu mudah. Disamping intensitas dan kerja keras, terkadang anda mengalami kegagalan. Beberapa pengusaha sukses mengalami kemunduran dan kekalahan, bahkan bangkrut, namun mereka segera bangkit untuk membuat perhitungan. Ingatlah, jika anda memiliki keteguhan, tidak ada yang dapat menghentikan anda.

10. Disiplin pribadi
Thomas Huxley mengatakan, “Lakukan apa yang harus anda lakukan, terlepas anda menyukai atau tidak.” Disiplin pribadi adalah kunci keberhasilan. Keinginan yang kuat akan mendorong diri anda untuk membayar harga kesuksesan – melakukan apa yang tidak disukai orang lain, bertarung dan memenangkannya dengan diri anda sendiri.

Oleh: Jenny Fulbright.
Jenny Fulbright adalah seorang Staff Writer di PowerHomeBiz.com.
Diterjemahkan oleh : Iin (Tim pengusahamuslim.com)

Berhutang dengan Niat Tidak Membayar

Dalam pandangan Allah, hak-hak hamba sangat besar nilainya. Seseorang bisa saja bebas dari hak Allah hanya dengan taubat, tetapi tidak demikian hal-nya dengan hak antara sesama manusia -yang belum terselesaikan- kelak akan diadili pada hari yang utang-piutang tidak dibayar dengan dinar atau dirham, tetapi dibayar dengan pahala atau dosa. Mengenai hak antar sesama manusia, Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerima.” (An-Nisa: 58)

Di antara masalah yang banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat adalah gampang berhutang. Ironisnya, sebagian orang berutang tidak karena kebutuhan mendesak, tetapi untuk memenuhi kebutuhan luks atau berlomba dengan para tetangga. Misalnya untuk membeli mobil model baru, perkakas rumah tangga atau berbagai kesenangan lainnya yang bersifat duniawi dan fana. Sebagian orang tak segan-segan membeli barang-barang secara kredit yang sebagiannya tak lepas dari syubhat atau sesuatu yang haram.

Mudah dalam berutang akan menyeret seseorang pada kebiasaan menunda-nunda pembayaran atau malah mengakibatkan hilangnya barang orang lain.
Memperingatkan akibat perbuatan ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barangsiapa mengambil (berutang) harta manusia dan ia ingin melunasinya, niscaya Allah akan melunaskan utangnya. Dan barangsiapa mengambil (berutang) dengan keinginan untuk merugikannya (tidak membayar), niscaya Allah akan benar-benar membinasakannya.”( Hadits riwayat Al-Bukhari, lihat Fathul Bari, 5/54.)

Banyak orang meremehkan soal hutang-piutang, mereka menganggapnya masalah sepele, padahal di sisi Allah utang-piutang merupakan masalah yang besar. Bahkan hingga seorang syahid yang memiliki berbagai keistimewaan yang agung, pahala yang besar dan derajat yang tinggi, tidak lepas dari urusan hutang-piutang.

Dalil yang menegaskan tersebut adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Maha Suci Allah, betapa keras apa yang diturunkan Allah dalam urusan hutang-piutang. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya seorang laki-laki dibunuh di jalan Allah kemudian ia dihidupkan lalu dibunuh kemudian dihidupkan lalu dibunuh (lagi) sedang ia memiliki hutang, sungguh ia tak akan masuk Surga, sampai dibayarkan untuknya utang tersebut.”( Hadits riwayat An-Nasa’i, lihat Al Mujtaba, 7/314; Shahihul Jami’, 3594.)

Setelah mengetahui hal ini, masih tak pedulikah orang-orang yang menggampangkan urusan hutang-piutang?

(Dari kitab “Muharramat Istahana Bihan Naas” karya Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Munajjid / alsofwah)

Sumber : http://www.kajianislam.net/modules/smartsection/item.php?itemid=411