Makna Doa Yang Selalu kita Ucapkan…

Allah SWT sendiri mengajarkan doa kepada hamba-hamba-Nya pada QS Al Baqarah [2]:201 agar hamba-hamba-Nya selalu meminta kebaikan dunia dan akhirat. Kadang kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah yang Allah SWT maksudkan dengan kebaikan hidup di dunia dan akhirat itu? Begitu banyak buku yang telah membahasnya, begitu banyak ceramah agama yang telah menuturkannya, bisa jadi dengan standar kita masing-masing, kita berusaha untuk meraihnya. Para ulama berpendapat bahwa kebaikan dunia dan akhirat itu adalah sebagai berikut:

KEBAIKAN DI DUNIA
Ada lima yang mengiringi seorang hamba yang merupakan kebaikan baginya di dunia ini.

• Pribadi, Pasangan Hidup dan Keturunan yang Sholeh
QS Al Hujaraat [49]:13, “…Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu…”

QS Al Furqan [25]:74, “Dan orang-orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan hidup dan keturunan kami sebagai penyejuk hati bagi kami dan jadikanlah kami tauladan bagi hamba-hamba Engkau yang bertaqwa”

• Tercukupi Kebutuhan Hidup
Banyak ahli keuangan yang mengatakan kebutuhan berbeda dengan keinginan. Keinginan manusia itu banyak sedangkan kebutuhannya hanya sedikit.

Rasulullah bersabda, “Sungguh beruntung orang yang telah beriman dan rezekinya cukup. Allah memberi kepuasan kepadanya dari apa yang Allah karuniakan.” (HR Muslim)

•Kesehatan
Tiada yang lebih baik pada sebuah kehidupan selain terhindar dari penyakit yang menyengsarakan. Rasulullah saw sepanjang hidupnya terhindar dari penyakit kecuali penyakit yang datang pada akhir ajalnya.

•Rasa Aman
Manusia akan merasa tentram hidupnya dalam keadaan dan lingkungan yang aman.

•Bermanfaat bagi orang lain
Rasulullah SAW bersabda, “Semulia-mulia kamu adalah orang yang memberi banyak manfaat bagi orang lain.” (HR Bukhari)

KEBAIKAN DI AKHIRAT
Akhirat dalam pengertiannya adalah alam diluar dunia ini. Alam akhirat dimulai sejak seorang manusia menempuh sakratul maut.

•Mati dalam keadaan khusnul khatimah
Ketika seorang mukmin dalam keadaan sakratul maut, malaikat pencabut nyawa akan menghiburnya dan berkata, “Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya” (QS Al Fajr [89]:27-28).

Hal ini sangat berbeda ketika seorang pendosa yang akan dicabut nyawanya yang Allah SWT gambarkan dalam QS Al An’aam [6]:93, “…Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang dzalim (melampaui batas) itu dalam tekanan sakratul maut, sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya muka dan belakang mereka sambil berkata: ‘Keluarkan nyawamu’. Hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan perkataan yang tidak benar dan kamu selalu menyombongkan diri dari apa yang Allah perintahkan kepadamu.”

•Tempat yang baik di Alam Barzakh
Alam barzakh atau alam kubur adalah kediaman sementara untuk menunggu kiamat terjadi. Allah SWT berfirman di QS Al Fajr [89]:29, “Masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku.”

Allah SWT juga mengilustrasikan azab kubur bagi seorang hamba-Nya yang dzalim yaitu Firaun pada QS Al Mu’min [40]:46, “Kepada mereka (Firaun dan pengikutnya) ditampakkan neraka pada pagi dan petang…”

•Pada saat kiamat tidak merasakan huru-hara
Allah SWT berfirman pada QS Al Anbiyaa’ [21]:103, “Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Para malaikat) berkata, “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.”

•Pada saat berbangkit ditempatkan Allah pada tempat yang baik
Salah satu keutaman Rasulullah adalah ketika di padang mahsyar, Rasulullah diberi oleh Allah suatu telaga (sungai) yang bernama Al Kautsar yang Rasulullah sendiri adalah penjaganya. Hal ini dijelaskan dalam tafsir Ibnu Katsir. Allah berfirman di QS Al Kautsar [108]: 1-3, “Bukankah Kami telah memberimu telaga Al Kautsar. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkorbanlah (berjihadlah). Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari memperoleh kenikmatan telaga Al Kautsar)”

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya aku menunggu (kedatangan) kamu sekalian di telaga. Barangsiapa melewati, dia pasti minum. Dan barangsiapa minum, maka dia tidak akan dehaga selamanya. Sesungguhnya ada beberapa umatku yang tertolak (dari telaga itu). Aku kenal mereka dan merekapun kenal aku. Aku katakan kepada malaikat, “Mereka dari golonganku.” Malaikat berkata, “Sesungguhnya engkau tidak tahu bid’ah-bid’ah (kebohongan dalam beribadah) apa saja yang mereka lakukan sepeninggalmu ya Rasulullah.” Kemudian terhalanglah antara aku dengan mereka.” (HR Bukhari)

•Mendapatkan Surga
Inilah puncak dari segala kebaikan itu. Nikmat yang kekal lagi sempurna. “…Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS Al Hajj [22]:47)

Sumber : http://edakwahkita.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s